Lebak, UNB,- Pinjaman yang mengatas namakan BUMN Diantaranya PT. PNM ( persero) atau Bank Mekar sudah merambat ke desa-desa diwilayah Kabupaten Lebak, salah satunya di Kampung Kadugede Desa Mekarsari Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak. Warga masyarakat mengenalnya dengan istilah “Bank Emok, Rabu04/01/2023
Apalagi Profesi rentenir biasanya identik dengan seorang laki-laki. Namun di wilayah Lebak Selatan, rentenir didominasi oleh kalangan Perempuan Muda yang Berpendidikan Mereka biasa disebut sebagai bank emok yang dikenal kejam dan memaksa saat menagih pinjaman kepada masyarakat.
Bank emok biasanya memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan bunga yang sangat tinggi. Sasaran utama mereka adalah ibu-ibu rumah tangga yang sedang berkumpul di wilayah pedesaan.
Bank Emok akan memberikan pinjaman kepada ibu-ibu di desa dengan besaran dana Rp Dua juta hingga Tujuh Juta Rupiah,
Menurut informasi yang dihimpun Awak Media, Bank emok tidak akan meminjamkan uang kepada perseorangan melainkan hanya kepada kelompok ibu-ibu. Ketika terjadi penumpukan bunga yang harus dibayarkan maka kelompok tersebut yang akan menanggungnya secara bersama, seperti yang terjadi kepada salah satu ibu sebagai ketua kelompok, mereka di paksa harus membayar uang hanya karna belum bisa bayar ke pegawai bank mekar, sehingga cara penagihan mereka teriak teriak dirumah Nasbah seperti Depcolektor, Bahkan ketua kelompok nya di anggp melarikan uang Nasabah,
sungguh sangat disayangkan penagihan mereka samapai malam, tidak mau pulang dan mendesak untuk mencari uang bahkan sampai disuruh meminjam ketetangga sampai mereka mengharuskan menjual Harta Benda, sehingga ada seorang ibu sebagai Ketua Kelompok mengadukan Keluhan teror pemaksaan terkait penagihan pihak Bank Emok kepada Agus Masrudin S.pd (Waka Mada Lebak KKPMP)
dari pengakuan ibu ibu yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan,”Ke Rumah ada Petugas bank mekar menagih uang pinjaman kebetulan ibu ibu tidak ada uang malah angkatangan, tetapi pihak Bank Mekar tidak percaya, Karena pada saat yang bersamaan saya dapat informasi mendadak kake saya sakit parah akhirnya saya berangkat ke rumah Kake saya ke Cibarengkok untuk menjenguk. malah ngomngnya pihak Bank Mekar saya dianggap melarikan uang setoran Nasabah membawa kabur,
“saya kesini ke pak Agus Minta Bantuan, yang menuduh membawa kabur itu (ibu ine) bahkan secara penagihannya jikala tidak ada memaksa harus ada, bahkan disuruh minjem ke tetangga sampai di ikutin, bahkan pada waktu saya di tuduh melarikan uang Banyak saksinya. Satu Bapa saya keluarga saya dan yang lainnya Bahkan ada ibu ibu suruh jual kalung untuk melakukan pembayaran, cuman yang tidak senangnya saya dituduh mengambil uang Nasabah, saya mengambil uang di mekar udah berapa taun dan sampai saya di tunjuk jadi Ketua Kelompok tapi dengan tuduhan seperti itu saya jadi kecewa, ungkapnya

Agus Marsudin S.pd selaku waka mada Lebak KKPMP mengatakan,”saya sangat menyayagkan atas tindakan pegwai mekar ini, apalagi notabennya anak anak Berpendidikan semua cuman sangat disayangkan faktanya dilapangan mereka lebih arogansi dari bang keleling,
“saya mnghimbau kepada pegawai Bank mekar yg di anggap telah meluakai hati Nasabah seharusnya ada sipat manusiawi, untuk segera memnta maaf secara langsung atas tindaknnya…jika tidak saya akan mendampingi warga masyrakat yang merasa dirugikan dan diangap telah mencoreng nama baik nya…Begitupula ketika ada salah seorang anggota dari kelompok tersebut mengalami kendala finansial untuk membayar bunga, maka kelompok tersebut juga akan berpatungan membayarnya.ujarnya
Meski memudahkan masyarakat untuk mendapatkan uang, keberadaaan bank emok perlu diwaspadai karena sistem penarikan uangnya yang terkesan memaksa dan meneror di waktu-waktu yang tidak tepat. seperti menagih sampai Larut Malam dan selalu menunggu jika belum mendapatkan uang,














