Lebak, UNB.- Jarwono seorang pekerja operator produksi pengaturan gas mesin ponton asal Indramayu meninggal dunia di salah satu tambang Pasir, Cipatujah/Cemplang yang berlokasi di Desa Lewiipuh Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Banten. Minggu 22/01/2023
Material longsor sempat menghantam para Pekerja, yang ketika itu sedang melakukan aktifitas, sebagai operator produksi pengaturan gas mesin ponton, yang merupakan mesin penyedot pasir, yang pada waktu itu dipakai oleh Korban, sehingga operator yang sedang berkerja tewas seketika.
Jarwono diketahui tergencet Mesin ponton pada saat material longsor yang menghantamnya di Desa Lewiipuh pada Rabu (18/01/2023) pukul 16.30 WIB.
Korban merupakan seorang pekerja tambang pada bagian produksi pengaturan gas mesin ponton yang berasal dari Indramayu.
Awak media mengumpulkan informasi peristiwa jejadian dimana korban yang pada waktu itu terjadi pada hari Rabu sore sekitar pukul 16.30 WIB 18 Januari 2023.
Saat ada runtuhan material, Korban ketika itu sempat menghindar dan terjatuh di pinggir Mesin ponton sehingga material tersebut mendorong dan menghantam Korban namun korban tergencet Mesin ponton, dan meninggal dunia di tempat.
Korban meninggal dunia atas nama Jarwono, yang merupakan warga asal Indramayu yang Bertugas sebagai sopir/operator pengaturan gas mesin ponton meninggal dunia ditempat, akibat tergencet Mesin Ponton pada saat mau menyelamatkan diri untuk menghindari material longsor di tempat ia Bekerja.
Awak mediapun mengkonfirmasi Langsung ke bagian Pimpinan Produksi (Pimpro), Toto Darwinto, di lokasi tempat ia bekerja mengungkapkan, “Gini waktu kejadian, padahal itu udah ada aba aba, karena di sini bukan kayak di BSD, kalau di BSD ada lumpur sabun, kalau di sini Bluk, itu kan ada aba aba, apalagi pada waktu itu sayakan di Bawah bawa Beko, si korban megang gas, kemungkinan ia juga mengantuk, padahal saya sudah bilang kalau ngantuk jangan bekerja, apa lagi dia pekerja narik gas ponton,” paparnya.
Lanjutnya, Pada waktu terjadinya musibah itu, ketika ada Runtuhan material lumpur dan Pasir, karena korban loncat menghindari lumpur dan jatuh ke pinggir ponton sehingga ponton terdorong oleh material lumpur dan tergencet badannya.
“Kejadian tersebut seingat saya kurang lebih setengah Lima sore 16,30, pada hari Rabu, pada waktu itu saya sempat tolongin masih bisa nyautin, pas saya pegang mukanya istigfar, langsung meninggal, langsung kami angkat dan kami memakai alat Berat (Beko)!untuk menggeser ponton yang menggencet korban,” ungkapnya.
Awak media pun menanyakan terkait korban yang pada saat itu meninggal dunia dan di angkat langsung dan dibersihkan, dan menanyakan kenapa tidak dilarikan ke puskesmas atau RS terdekat untuk dilakukan pemeriksaan visum dan menunggu pihak Kepolisian.
“Pada waktu itu kami panik dan ini sudah sore, yang penting kami bersihin, dan pihak keluarga meminta untuk dibawa ke rumahnya, dan pihak keluarga sudah menyadari karena ini musibah, dan pihak perusahaan akan bertanggung jawab atas musibah ini, padahal pihak perusahaan koh (AN) Royalti sama yang punya tanah pak (YN) dan kemarin juga ada pihak Kepolisian yang memeriksa kesini,” ujarnya.
Tanah Lokasi Pasir pada waktu terjadi kecelakaan Kerja Milik salah satu Warga Lebak inisial (H,Y) yang di Royaltikan ke salah satu Pengusaha asal Cina yang berinisial (AN).
Jatuhnya korban jiwa pekerja bagian oprator produksi pengaturan gas mesin ponton asal indramayu, menjadi Bukti dan tragedi di Tambang Pasir yang ada di Kecamatan Banjarsari, hilangnya nyawa manusia penyebab longsornya material di lokasi pasir yang diduga ilegal berlokasi Cipatujah Cemplang Desa Lewiipuh kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Banten, Karena para pekerja diduga Melalaikan Alat Pelindung Diri. (Red)














