Lebak  

Libur Lebaran, Warung Destinasi Wisata Bagedur Dipertanyakan Pasokan Listrik

LEBAK, UNB.- Liburan Lebaran kemarin, selama satu minggu 22-30 April, warung-warung di pantai Bagedur dipertanyakan pasokan listriknya. Pasalnya, dari sekian banyak warung, hanya sedikit warung yang mempunyai kWh.

Hal inipun dipertanyakan oleh warga, karena diduga banyak warung yang tidak ada kWh namun dapat memakai listrik PLN.

“Itu coba cek warung-warung di Bagedur, listriknya dari mana, nyuntik, pararel atau gimana. Kalau ga salah itu ada yang kelola, kayaknya sih orang PLN, tapi ga tau bayarnya sampai ga ke PLN atau ke negara,” ujar pria yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (1/05).

Manager PLN Malingping, Indra saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengaku belum tahu dan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

“Terima kasih atas infonya, kami akan cari tahu siapa orangnya jika memang orang PLN. Kami juga nanti akan turunkan tim untuk pemeriksaan ke lokasi,” tutur Indra saat ditemui di kantornya, Kamis (04/05).

Informasi yang diterima, oknum PLN yang mengelola jaringan listrik di warung-warung Bagedur berinisial J. Ketika dikonfirmasi sore hari, J mengatakan bahwa urusan tersebut sudah dibereskan dengan pihak PLN.

“Sudah beres pak, sudah dibayar ke PLN,” singkatnya.

Dikonfirmasi kembali, manager PLN Malingping membenarkan pihaknya sudah menemukan orang tersebut, dan mengeluarkan surat penagihan susulan dengan denda.

“Tadi sore sudah kami panggil pak dan sudah kami buatkan tagihan susulannya. Dan dia minta waktu bayar 3 hari, jadi belum selesai kalau belum dibayar pak. Sudah kami buatkan no pembayaran jadi bersangkutan bisa langsung bayar,” ungkapnya.

Hasil informasi yang didapat, J telah diberi surat penetapan tagihan susulan P2TL dengan denda Rp 1.300.000 dengan golongan pelanggaran P4.(Red)

error: Content is protected !!