Lebak, UNB.- Dua Titik aliran Limbah Cair sisa Pengolahan dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang biasa disebut (Eplun), yang mengalir ke Aliran sungai Ciliman sejak dua hari yang lalu membuat Sungai Ciliman yang biasa dipakai setiap hari oleh warga untuk mandi dan mencuci terlihat Hitam Pekat sehingga jelas melanggar aturan, saluran limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) DISTRIK JAWA BARAT BANTEN yang berada di Desa Lewiipuh kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.
Dalam pantauan awak Media di lapangan, Selasa (5/12/2023) kolam limbah tampak berjejer tak jauh dari PKS, apalagi disaat ini lokasi penampungan limbah cair (Eplun) sedang diperbaharui seperti terlihat jelas beberapa alat Berat sedang beroperasi di lokasi oleh Pihak vendor dari PKS, namun terlihat dengan Jelas Air Limbah Masih mencemari Sungai Ciliman yang berwarna hitam pekat tersebut.
Terlihat aliran Sungai Ciliman Hitam Pekat terlihat dari atas Jembatan dua Pasung Desa Tamansari, tampak Jelas Limbah Eplun memenuhi aliran Sungai yang biasa dipakai warga, sampai ke aliran hulu jembatan gantung yang sering dilewati pejalan kaki
Sehingga warga yang biasa menggunakan aliran sungai Ciliman untuk mandi dan mencuci menjadi sulit karena air yang terlihat hitam pekat akan menempel ke pakaian jika dipakai untuk mencuci dan mandi.
Sementara limbah cair yang dihasilkan yaitu lumpur atau sludge. Umumnya pabrik kelapa sawit memiliki sistem pengolahan limbah yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL berfungsi untuk mengolah limbah cair sisa dari PKS.
Awak mediapun menelusuri aliran sungai yang tercemari Limbah air yang berasal dari PKS tersebut, sehingga terlihat ada dua aliran air limbah hitam pekat yang mengalir jatuh ke sungai Ciliman, dan terlihat satu orang kariawan dari pihak Perusahaan memakai sepatu Boot Kuning sedang memantau perkembangan Limbah yang dibuang ke Sungai.
Bukan saja sungai yang tercemari sawah Petani juga terlihat Hitam pekat, apalagi padi baru tumbuh sejengkal sudah terkena dampak dari limbah tersebut.
Terlihat sungai tersebut sedang dipakai mandi beberapa warga yang pulang dari sawah untuk membersihakan lumpur, alhasil mereka juga merasa miris biasa air mengalir bersih tidak sepekat sekarang, padahal waktu pagi air masih terlihat bersih tidak seperti sekarang.

Seorang Lansia yang selesai membersihkan diri setelah melakukan aktifitas di sawah menuturkan, kalau air ini bukan tiap hari terkena aliran air limbah eplun.
“Air limbah ini Kadang kadang tidak tiap hari, untuk saat ini warga berkurang untuk mandi di kali karena udah musim hujan, ada juga warga yang mandi tidak mempunyai sumur di rumah, untuk dikonsumsi tidak bisa pakai nyuci baju juga sulit, yah kalau seperti ini terus merugikan ke masarakat,” ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya. Selasa (5/12/2023).
Ditempat terpisah, Kadim salah satu warga dengan nada kesal karena sawahnya kena dampak dari pencemaran limbah air dari eplun menuturkan, “Misalkan tidak seperti ini tidak bahaya, tapi kalau seperti inimah padi Bisa mati akibat terkena limbah eplun,” ujarnya.
Pencemaran lingkungan akibat kebocoran pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) di PT Perkebunan Nusantara III(Persero)Distrik Jawa Barat Banten KSO PTPN VIII di Desa Leuwi Ipuh Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak. harus menjadi Perhatian serius Pemerintah setempat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak dan Provinsi, sehingga Pihak PT Perkebunan Nusantara III(Persero)Distrik Jawa Barat Banten KSO PTPN VIII harus Bertanggung Jawab atas Pencemaran Limbah tersebut.(Red)














