Lebak  

Warga dari Dua Desa Terdampak Limbah Cair PKS Kertajaya Mendapat Kompensasi

Lebak, UNB.- Penyerahan Kompensasi kepada Masyarakat di dua Desa yang terdampak Limbah Cair PKS Kertajaya, oleh pihak PTPN III KSO VIII di Kantor Desa Lewiipuh.Kamis (21/12/2023).

Pasalnya limbah yang mencemari sungai Ciliman dan persawahan warga beberapa hari yang Lalu membuat beberapa para petani merasa merugi akibat limbah yang masuk, padahal warga di dua desa akan melakukan tanam padi tetapi akibat dampak limbah dibeberapa sawah warga terlihat rusak dan penuhi lumpur.

Terdampak limbah di dua desa ini berjumlah 66 orang dengan sawah terdampak sebanyak 304 kotak. Dari jumlah tersebut ada 4 warga yang sangat parah dan mendapatkan kompensasi sekitar Rp.20.450.000.

Penyerahan Kompensasi dilaksanakan di kantor Desa Leuwiipuh Kecamatan Banjarsari oleh pihak perusahaan PT PN VIII dengan dihadiri oleh pihak terkait antara lain perwakilan Kecamatan Banjarsari, perwakilan Polsek Banjarsari, Koramil 0312/Banjarsari, BPBD Kec Banjarsari perwakilan Satpol PP dan lainnya.

Manajer Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) PTPN III KSO VIII Ukhri Hatmoko  memperkirakan kompensasi yang harus dibayar perusahaan mencapai Rp61.112.500 berupa kompensasi olah lahan dan bibit dan kompensasi satu musim tanam kepada 66 warga terdampak. SelaIn itu bantuan sumur bor untuk sarana air bersih di 10 titik di dua desa tersebut.

“Ya, tadi kita sudah kita serahkan bantuan kompensasi akibat limbah kemarin dengan beberapa petani yang terdampak. Apresiasi warga Alhsmdulillah cukup bagus dan nanti akan kita lanjutkan di kantor desa untuk petani yang lain  seluruhnya 66 orang,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Kamis (21/12/2023).

Ukri berharap untuk saling mengisi dan komunikasi terbuka antara pihak desa dan perusahaan sangat penting. Dengan adanya informasi yang lancar, diharapkan proses pembangunan dan bantuan dapat berjalan dengan baik, serta adanya pengawalan dari perusahaan akan membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

Ke depan pihaknya juga akan melakukan upaya preventif terhadap pengelolaan limbah agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami sudah menormalisasi instalasi pengolahan air limbah. Ini untuk tahap pertama kita akan selesaikan sampai 31 Desember 2023. Dan mungkin nanti di tahun depan kita akan melanjutkan lagi untuk tahap kedua dan ketiga,”tuturnya.

Diketahui dari 66 orang warga terdampak ada 4 warga yang cukup parah dan mendapatkan kompensasi sesuai kerusakan lahannya sepert Uning, Rohamah, Karman dan Nurdi mendapat masing-masing Rp1.512.500  kompensasi olah lahan dan bibit. Sementara untuk kompensasi satu musim tanam, Uning mendapat Rp4.000.000, Rohamah Rp5.600.000, Karman dan Nurdi masing-masing mendapat Rp2.400.000. Sehingga totalnya untuk kompensasi ke 4 warga terdampak paling parag Rp20.450.000 dari jumlah keseluruhan Rp61.112.500.

Rohmah salah satu warga terdampak parah menyatakan apresiasi dan bersyukur atas perhatian dan bantuan yang ia terima.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan terima kasih banyak kepada PT PN VIII sudah memberikan kompensasi, dapat  Rp7 jutaan buat sawah saya. Semoga perusahaan terus peduli terhadap kami orang kecil,” katanya sambil terharu.

Kepala Desa Leuwiipuh, Haji Ade Yusuf mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kepada pihak perusahaan yang dimana warga di dua desa sudah mendapatkan ganti rugi atau konpensasi terkait limbah yang menerjang pesawahan mereka.

“Saya sangat mengapresiasi terkait konpensasi ganti rugi ke warga di dua desa yang twrkena dampak oleh pihak perusahaan PTPN warga di dua desa yang mendapatkan kompensasi 66 orang, itupun bervariatif, beberapa warga yang mempunyai lahan sawah di Lewiipuh ada yang parah dan ada juga yang terkena airnya saja.tapi ada juga yang tidak terkena tapi masih di kasih konpensasi,” ujar H. Ade. Kamis (21/12/2023).

Nilainya juga ngga sama, lanjut H Ade, ada yang 7 juta ada yang 5 juta tergantung keparahan dampak limbahnya. Bahkan yang terdampak sawah mereka diberikan konpensasi, berbentuk uang untuk olah lahan dan pembelian benih, sedangkan kompensasi Sumur bor itu yang terdampak aliran sungai, karena mereka tidak bisa mandi, makanya diberikan sumur bor supaya mereka mendapatkan air bersih. semuanya itu ada 10 sumur Bor di Dua Desa, Tamansari 9 titik dan Lewiipuh 1 titik dan alhamdulilah tadi udah launcing pengeborannya.

“Dan untuk antisipasi terjadi lagi Pihak Desa Lewiipuh membuat Proposal agar saluran ke sawah agar dibentuk permanen agar aliran air yang masuk ke sawah bisa digunakan secara baik,” pungkasnya. (Red)

error: Content is protected !!