Lebak, CNC MEDIA.- Kasus dugaan Penipuan terhadap 5 (lima) orang calon tenaga kerja asal Kabupaten Lebak, oleh agen pengiriman TKI ke luar negri yang diterlantarkan di Kota Batam menuju Negeri Jiran Malaysia, beberapa bulan lalu akhirnya resmi dilaporkan ke Mapolres Lebak-Banten, ke-5 Korbanpun didampingi oleh Kantor Hukum Ayi Ruba’i, S.H, Advokat dan Penasihat Hukum di Jalan Patih Derus No. 14 Muara Ciujung Barat, Rangkasbitung, Lebak.
Tindakan pengiriman pekerja migran ke luar negeri secara ilegal kini membuat resah akibat ulah dari agen pengiriman TKI ke luar negri yang diterlantarkan di Kota Batam beberapa bulan lalu membuat Kelima Korban mendatangi Kantor Hukum Ayi Ruba’i, S.H.& Partners adalah Advokat dan Konsultan Hukum, guna pendampingan hukum atas kasusnya.
Saat Jurnalis CNC MEDIA mendampingi korban dugaan penipuan Perdagangan Orang ke Kantor Hukum Ayi Ruba’i SH & Partners menilai, banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tertipu oleh Agen Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang memberangkatkan secara ilegal dan tidak berizin. Mereka diiming-imingi bisa sampai Ke Malaysia bekerja di perkebunan dengan gaji dan insentif yang menarik, sehingga tertarik untuk berangkat ke tempat-tempat yang dijanjikan itu.
Kamis 27/12/2023

Padahal sudah banyak warga di Lebak selatan yang tertipu janji Manis agen Penyaluran TKI, tetapi masih banyak pula warga yang masih penasaran dan menggantungkan hidupnya demi merubah nasib di luar Negri.
“Kami selaku Kuasa Hukum Para Korban Human Trafficking atau Perdagangan Orang, dengan menjanjikannya mereka keluar negeri maka hal ini bisa dipandang sebagai perbudakan modern yang dilakukan oleh agen ilegal yang berkembang secara terus menerus didalam negeri. Ujarnya. Sabtu (30/12/2023).
“Pemberi Kuasa adalah Hanim warga Gunung Kecana & Hani warga Cigemblong yang dijanjikan secara manis untuk dikirim bekerja ke negeri Jiran Malaysia, namun semua itu hanya omong kosong saja, malah mereka diterlantarkan hingga 20 hari di wilayah Batam tanpa kejelasan. Oleh karena korban tidak memiliki uang untuk ongkos kembali ke kampung halaman, maka memutuskan untuk bekerja sebagai tukang sadap karet demi memiliki ongkos, asal dapat pulang saja. Tegasnya














