Lebak, UNB– Peredaran obat jenis Tramadol dan Hexymer di Lebak Selatan (Baksel) semakin marak, apalagih baru baru ini penangkapan yang diduga pengedar obat golongan G diciduk Satresnarkoba Polres Lebak, di beberapa lokasi di lebak selatan, sehingga penangkapan tersebut menjadi perhatian serius aktivis Lebak Selatan, karena para pelaku pengedar Narkotika dan Narkoba berbagai jenis hanya singgah di tempat rehab setelah hasil penangkapan APH.
Sehingga aktivis meminta masyarakat dan pihak (APH) agar berperan untuk memberantas kedua jenis obat tersebut, Jumat (8/3/2024).
LSM Ombak melalui Agus Rusmana, meminta perhatian serius dari APH dan masyarakat agar ikut dalam upaya pemberantasan kedua jenis obat tersebut.
“Kami sebagai orang tua merasa was-was dengan maraknya obat jenis Tramadol dan Hexymer, karena anak lelaki atau saudara saudara lelaki dapat menjadi korban,” ujarnya.
Menurutnya, harga Tramadol dan Hexymer sangat terjangkau, sehingga rentan digunakan anak-anak karena harganya yang murah. Kita tidak mau, anak, saudara serta masyarakat lainnya menjadi korban.
“Karena sangat terjangkau harganya, banyak pemakai anak-anak kecil, yang tentunya merusak generasi bangsa. Kita pun memindahkan para orang tua memperhatikan dan mengawasi keluarga dan anak-anaknya.
“Kita pun meminta agar masyarakat apabila menemukan hal mencurigakan seperti transaksi obat kedua jenis tersebut, mengingatkan para penjual dan jika tidak direspon, tangkap saja oleh masyarakat lalu serahkan ke Polisi. Jika tidak berani, silahkan adukan ke kami,” tambahnya.
Para penjual obat tersebut yang disalahgunakan maupun pemakai, biasanya akan di rehabilitasi lalu nantinya akan dilepaskan kembali.
Hal ini dianggap membuat tidak memberikan efek jera, sehingga para pelaku pengedar obat yang merusak anak anak Bangsa ini, tidak akan kapok, karena jika mereka ketangkap oleh APH hanya di proses di bawah meja saja dan setelah itu mereka di bawa ke rehab, seolah olah mengalihkan perhatian hasil penangkapan.
Seharusnya APH dan pihak Rehabilitasi yang diduga ada main mata, begitu mudah para pengedar obat terlarang dan pemakai narkoba, yang singgah dan keluar bebas tak butuh waktu lama, sehingga dikhawatirkan pengedar obat tanpa ijin ini, akan menjadi bebas karena disinyalir kurangnya pembinaan yang serius dari APH, seolah olah perkara ini hanya dijadikan umpan tangkap dan keluarkan. (Red)














