LEBAK, UNB- Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Muhi Bustomi, menjelaskan terkait dugaan penyelewengan bantuan program BSPS. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut sangat tidak benar dengan bukti tertulis dan visualisasi dari masing-masing penerima bantuan yang jelas tidak merasa memberikan atau diminta sejumlah uang oleh siapapun.
Muhi Bustomi kepada awak media, Jumat (27/12/2024) menyatakan bahwa dirinya sebagai penerima usulan dari masyarakat telah memperjuangkan usulan tersebut pada tahun 2023 lalu kepada salah satu anggota Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementerian PUPR bidang perumahan.
“Alhamdulillah, ada beberapa usulan masyarakat yang dapat direalisasikan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatannya dalam memperjuangkan usulan masyarakat tersebut adalah sebagai wakil rakyat di Kabupaten Lebak, khususnya daerah pemilihannya.
“Sudah seharusnya saya ikut serta memperjuangkan harapan-harapan masyarakat, apakah melalui pemda atau pemerintah pusat,” katanya.
Muhi Bustomi juga menegaskan bahwa berdasarkan surat pernyataan yang ditemukan dari semua penerima bantuan BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya TA 2024), tidak ada yang mengeluarkan sejumlah uang atau oknum yang meminta, kecuali para penerima bantuan mengeluarkan sejumlah uang untuk swadaya terhadap bantuan tersebut. “Swadaya adalah kesiapan penerima bantuan terhadap penyelesaian rumahnya sendiri,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa bantuan pemerintah pusat tersebut adalah sebesar 20 juta rupiah, dengan rincian Rp 17,5 juta untuk dibelanjakan berupa material yang dilakukan oleh penerima bantuan secara langsung, dan Rp 2,5 juta secara dua tahap yang diambil langsung oleh penerima bantuan tanpa adanya perwakilan. “Dari pihak bank mengatakan aturannya tidak boleh diwakili,” tambahnya.
Muhi Bustomi menegaskan bahwa material yang dibelanjakan oleh penerima bantuan sudah sesuai, dan bantuan Rp 2,5 juta sudah diterima tanpa ada potongan sepeser pun.
“Penerima bantuan mengatakan ini luar biasa kebermanfaatannya, dan mereka sangat bersyukur serta berterima kasih kepada pemerintah atas bantuannya,” ujarnya.
Sekali lagi, Muhi Bustomi menegaskan bahwa dirinya akan terus berupaya memperjuangkan harapan-harapan masyarakat semampunya kepada pemerintah, meskipun ada pihak yang menganggap itu tidak baik atau diartikan sebagai lahan bancakan. “Padahal itu jelas tidak benar adanya,” tutupnya. (Red)














