Lebak  

Tindaklanjuti Pascabencana Ambruk Jembatan Gantung Desa Senanghati, PUPR Lebak Menurunkan Tim Perencanaan untuk Mengkajinya

Lebak, UNB.- Tindak lanjut jembatan gantung penghubung dua desa dan dua kecamatan, yang ambruk di kampung Cilangkap desa senanghati, kecamatan Malingping, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lebak turun langsung kelokasi dengan melibatkan tim survei guna menanggulangi jembatan yang runtuh akibat kondisi yang rapuh karena sudah usang.

Kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak H. Dade Yan Apriyandi, S.S.T., M.Si.
Hamdan Soleh, S.T. Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Kabupaten Lebak.
Bersama tim dari perencana pembangunan, yang melibatkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten.
Hadir Pula Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten Musa Weliansyah.
Kepala Desa senanghati Kecamatan Malingping beserta jajaran.
Kepala Desa Cilangkap Kecamatan Wanasalam. Kapolsek Malingping serta Kapolsek Wanasalam.

Kunjungan tersebut memastikan untuk perencanaan pembangunan jembatan, yang akan dilakukan menjadi jembatan komposit dalam artian jembatan permanen, sehingga jarak pelebaran diperkirakan menjadi tiga meter, sehingga menjadikan akses kendaraan roda empat bisa melewati jembatan tersebut.

Jembatan yang dibangun tahun 2013, ambruk saat dilewati lima siswa SMPN 3 Wanasalam, menggunakan tiga kendaraan roda dua pada Rabu (22/01/2026) sekitar pukul 14.15 Wib saat pulang sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriyandi, S.S.T., M.Si. yang didampingi langsung oleh wakil ketua komisi II DPRD Provinsi Banten Musa Weliansyah meninjau langsung kelokasi jembatan yang ambruk.

“Kami menindak lanjuti karna adanya bencana kemaren terkait adanya jembatan gantung yang ambruk di desa senanghati kecamatan Malingping, jadi selayaknya kami selaku pemerintah daerah, wajib turun untuk mengetahui kejadian tersebut, kami membawa tim untuk melakukan perencanaannya, jadi kalau dilihat dari bentang yang ada, dari bentang yang 15 meter itu bisa menggunakan jembatan yang permanen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak menjelaskan, terkait perencanaan pembangunan jembatan, yang tadinya memakai jembatan gantung, pihak PUPR berencana akan membangun jembatan segi permanen, yang akan diusulkan melalui anggaran APBD.

“Perencanaannya itu untuk jalan yang permanen, kemudian kami berusaha dulu melalui anggaran APBD dan mudah mudahan provinsi bisa membantu nanti kedepannya.
ungkapnya Kamis (22/01/2026)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, memberikan himbauan kepada masarakat agar tidak menggunakan jembatan tersebut, karena masarakat bisa menggunakan jembatan bambu, yang sifatnya sementara untuk pejalan kaki.(Red)

error: Content is protected !!