Lebak, UNB, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan mencerdaskan generasi anak bangsa dengan meningkatkan fokus, minat belajar, dan daya tahan tubuh melalui asupan gizi seimbang, apalagi program makan gizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, mendapatkan respon Positif dari pihak sekolah terutama siswa sekolah yang berada di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak.
Disayangkan salah satu sekolah di Kecamatan Banjarsari justru melakukan tindakan diluar nalar, dengan tidak menerima menu dari dapur terdekat, bahkan dapur tersebut hanya beberapa ratus meter dari sekolah.
Perbuatan pihak sekolah memunculkan spekulasi, adanya kepentingan pribadi, padahal pihak SPPI sudah tiga kali melakukan pertemuan dengan pihak sekolah, tetapi pihak sekolah melakukan penolakan dengan secara halus, disebabkan pihak sekolah sudah mendapatkan perjanjian kesepakatan dengan dapur yang jaraknya berkisaran puluhah kilo meter dari dapur tersebut, sekolah tersebut sudah menolak MBG yang harus diterima sekolah.
Ade Sunarta salah satu guru Pengajar di sekolah Dasar Negri (SDN) 3 Keusik kecamatan Banjarsari, mengatakan terkait ratusan siswa yang belum menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga adanya pihak sekolah menolak adanya pengiriman Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur terdekat.
“Untuk kendala nya, kepala sekolah nya lagi sakit, tinggal dari kepala sekolah aja MOU mau ke mana. apalagi sudah ada dua dapur yang datang ke sekolah, apalagi anak anak kiri kanan sudah pada nanyain, sekolah kanan kirinya sudah realisasi dari hari Senin kemarin itu sudah mendapatkan, kalau di sini mah tidak,” ungkapnya.
Hal tersebut disampaikan oleh SPPI Yayasan Duta Pangan Sukasi Keusik Banjarsari Marsela Mulyani, dirinya sudah mendatangi sebanyak tiga kali dengan melakukan komunikasi dengan kepala sekolah dan melalui telepon (By Phone) akhirnya SPPI Sudah bertemu langsung dengan Kepala sekolah untuk mengadakan musyawarah terkait MOU untuk melakukan komunikasi terkait pengiriman MBG ke sekolah tersebut.

“Awalnya saya sudah tiga kali mendatangi pihak sekolah tapi belum bisa memberikan kepastian, dengan alasan. Yang pertama belum bisa memberikan jawaban, pas terakhir datang kesana dia jawabnya sudah ada kesepakatan dengan SPPG 3 yang di Tapos”.
“Alhamdulilah kalau kegiatan sudah selesai hari ini, kita mulai operasional Penindistibusian itu mulai dari tanggal 26 Januari, alhamdulilah pendistribusian sudah masuk 1186, kita akan menambah sekitar 500 siswa penerima manfaat, tadinya kita ada sedikit kendala, adanya salah satu sekolah yang tidak menerima MOU dengan kita, yang pertama sekolah belum bisa menerima, yang kedua kepala sekolahnya sedang sakit dan sudah menerima persetujuan dari SPPG lain,”
“Dan alhamdulilah mulai hari ini tanggal 30 Januari Mou nya sudah terlaksana dan alhamdulilah kepala sekolahnya sudah menerima, insaallah pendistribusian mulai pada hari Senin tanggal 02/02/2026 untuk penerima manfaat,” jelasnya.
Marshela pun menjelaskan terkait menu yang disajikan pada hari ini untuk menu keringan dan basah.
Lanjut Marsela, “Untuk menu hari ini ada
ada menu keringan dan menu basah, untuk menu keringan diberikan untuk hari Sabtu yang sekolahnya libur, telor ceplok balado, ada susu UHT nya, terus ada buah lengkeng, tumis buncis sama tempe,” ungkapnya.
SPPG Lebak Banjarsari Keusik sudah melakukan Pendistribusian kepada tiga sekolah terdekat sejak beroprasinya dapur tersebut.
“Sekolah PAUD HIMAKU yang di desa Keusik, SDN 2 Keusik dan SMAN 1 Banjarsari, keseluruhan baru 1186 siswa penerima manfaat,” ungkapnya Jumat (30/01/2026).
Target Sasaran Luas: Program menyasar anak-anak di PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga santri di seluruh Indonesia.
Awalnya salah satu sekolah di Kecamatan Banjarsari menolak adanya pengiriman dari dapur yang jaraknya cukup dekat, sehingga Makan Bergizi gratis (MBG) yang seharusnya diterima siswa dari tanggal 26 januari 2026 tersebut harus hilang, padahal anak anak sekolah berharap bisa merasakan adanya program MBG, sekolah tersebut diapit tiga sekolah yang menerima makan Bergizi Gratis (MBG) kuat dugaan adanya kepentingan sehingga pihak sekolah dengan mitra dapur memperkuat buruknya pengawasan dari Kordinator Kecamatan (Korcam) yang seharusnya menjembatani dan melakukan tindakan tegas kepada sekolah yang melakukan penolakan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) Program Presiden Prabowo.














