Lebak, UNB.- Warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, sempat digemparkan oleh beredarnya foto penampakan pocong di lingkungan SDN 2 Kertaraharja. Foto tersebut beredar luas di grup WhatsApp dan menimbulkan keresahan masyarakat.
Namun, setelah ditelusuri, foto itu ternyata hanyalah hasil editan berbasis AI yang dibuat oleh seorang warga. Isu pocong yang sempat merebak di kampung setempat menjadi pemicu munculnya editan tersebut.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat meneruskan foto itu ke pihak sekolah karena khawatir adanya begal yang menyamar sebagai pocong.
“Enggak apa-apa, itu editan katanya. Semalam dapat foto itu, terus saya teruskan ke pihak sekolah. Soalnya takut begal modus pocong mencuri laptop. Ternyata editan,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Ia menuturkan, foto itu pertama kali diterima dari suaminya yang mendapat kiriman dari temannya. Niat awal hanya untuk mengingatkan pihak sekolah agar waspada, namun akhirnya menimbulkan kegaduhan.
Setelah ramai diperbincangkan, warga tersebut mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf, yang didampingi langsung oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Kertaraharja.
“Saya meminta maaf kepada pihak sekolah SDN 2 Kertaraharja dan masyarakat atas kegaduhan yang saya buat. Saya tidak bermaksud membuat keresahan,” ucap Amin.
Peristiwa ini bermula ketika seorang warga melintas seusai bekerja dan memotret sekolah, lalu editan foto pocong itu menyebar hingga menimbulkan kehebohan.(Red)














