Lebak  

Pabrik Tahu di Bolang Diduga Cemari Kali Cibinuangeun, Camat Malingping Akan Menindaklanjuti

Lebak, UNB.- Aktivitas pengolahan pabrik tahu di Desa Bolang, Kecamatan Malingping, selama puluhan tahun diduga terus membuang limbah cair ke aliran Kali Cibinuangeun. Kondisi ini disayangkan masyarakat, karena pihak Kecamatan Malingping dinilai seolah tutup mata terhadap pencemaran yang terjadi.

Sejumlah warga menyebutkan, pabrik tahu tersebut berdiri sejak lama namun tidak pernah menyediakan penampungan limbah sendiri.

“Pabrik di sini sudah puluhan tahun, disayangkan limbah cair dibuang ke kali. Herannya dari kecamatan tidak pernah melakukan peneguran terkait pembuangan limbah dan pembuatan IPAL,” ujar seorang warga, Jumat (07/08/2026).

Awak media mencoba mengonfirmasi kepada Camat Malingping, Iman Teguh Budiana, S.Pd., M.Pd., terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh beberapa pabrik tahu.

“Kita akan lakukan pendalaman pengawasan dan koordinasi dengan Pemdes Bolang. Kemarin saya sudah perintahkan kasi trantib untuk berkoordinasi dengan Pemdes Bolang dan cek lokasi,” jelasnya.

Terkait perizinan usaha, Camat Malingping menuturkan bahwa proses izin dilakukan langsung melalui aplikasi OSS. “Ini di antara izinnya yang akan kita dalami, karena perizinan usaha langsung melalui OSS,” ungkapnya.

Warga mengeluhkan aliran air dari hilir tidak bisa digunakan untuk mandi. Air yang dipakai justru menimbulkan rasa gatal di kulit. Selain itu, salah satu perangkat desa menyebutkan bahwa perizinan usaha dikolektif oleh pihak kecamatan.

Pembuangan limbah cair oleh pabrik tahu di Desa Bolang menyebabkan dampak serius bagi warga sekitar. Terlebih saat musim kemarau, kebutuhan air sangat penting bagi masyarakat.

Masyarakat mendesak pihak Kecamatan Malingping mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha yang mencemari kali, serta meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun tangan melakukan pengecekan terhadap aliran Kali Cibinuangeun yang sudah tercemar.

Camat Malingping menegaskan akan menindaklanjuti laporan adanya pembuangan limbah ke sungai Cibinuangeun. (Red)

error: Content is protected !!