Lebak, UNB.- Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Aktivis G 9 menyerukan kepada seluruh elemen pemuda Indonesia untuk memperkuat persatuan, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan nasional, serta berkontribusi aktif mewujudkan Indonesia yang lebih adil, maju, dan sejahtera. Rabu (28/10/2026)
Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan atau mengenang sejarah. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa persatuan, keberanian, dan semangat perjuangan generasi muda adalah kekuatan penting dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
Aktivis G 9 berpandangan bahwa pemuda hari ini memikul tanggung jawab besar sebagai generasi penerus sekaligus pengawas kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah persoalan publik seperti dugaan praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketimpangan sosial, dan kemiskinan, pemuda tidak boleh kehilangan daya kritis dan keberanian menyuarakan kebenaran.
Pemuda tidak boleh diam ketika kepentingan rakyat dipertaruhkan. Sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah adalah bagian penting dari demokrasi. Dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus berjalan beriringan dengan pengawasan publik dan keberanian memberikan masukan agar setiap kebijakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi G 9, mendukung pembangunan bukan berarti menutup mata. Pemuda harus menjadi mitra kritis pemerintah – mengawal pelaksanaan kebijakan, menyampaikan aspirasi, dan memberikan koreksi jika ada yang merugikan kepentingan publik.
G 9 menegaskan: tidak boleh ada ruang bagi intimidasi maupun pembungkaman terhadap suara kritis yang disampaikan secara bertanggung jawab. Jika ada pemuda yang diintimidasi karena menyampaikan aspirasi atau mengungkap dugaan penyimpangan, seluruh elemen pemuda perlu membangun solidaritas dan menempuh jalur hukum serta mekanisme demokratis.
Namun perjuangan pemuda tidak cukup hanya kritik dan demonstrasi. Pemuda harus menghadirkan gagasan, solusi, dan rekomendasi yang dibangun melalui riset, kajian mendalam, dan pemahaman persoalan masyarakat.
Persoalan kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, dan ketimpangan ekonomi butuh lebih dari sekadar kecaman. Dibutuhkan pemikiran terukur, inovasi yang dapat diterapkan, serta keberanian mendorong perubahan nyata dan berkelanjutan.
G 9 meyakini kualitas calon pemimpin masa depan tidak hanya ditentukan oleh keberanian mengkritik, tetapi juga kemampuan memahami persoalan, merumuskan solusi, menjaga integritas, dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Oleh karena itu, G 9 mengajak mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, aktivis sosial, dan seluruh generasi muda menjadikan Hari Sumpah Pemuda ke-98 sebagai momentum memperkuat persatuan dan membangkitkan semangat perjuangan melawan korupsi, ketidakadilan, dan segala bentuk penyalahgunaan kewenangan.
Perlawanan yang dimaksud bukanlah tindakan anarkis atau kebencian, melainkan perjuangan berlandaskan keberanian moral, data, fakta, hukum, dan kepentingan rakyat. Setiap dugaan penyimpangan harus dikawal melalui bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dan proses hukum yang berlaku.
Jangan biarkan perbedaan pandangan memecah belah persatuan pemuda. Sejarah membuktikan, ketika pemuda bersatu, mereka mampu menghadirkan perubahan besar bagi bangsa.
Sumpah Pemuda bukan sekadar janji yang diucapkan, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan.
Hidup Pemuda Indonesia!
Bersatu dalam perjuangan, berani menyuarakan kebenaran, dan nyata dalam menghadirkan perubahan. (Red)















