Lebak, UNB.- Proyek Pekerjaan Jalan di Depan PKS Kertajaya dari Simpang Angrit Stationing 0+000 s/d 1+363 di Kebun Kertajaya, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 1 di Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, terus menuai sorotan tajam.
Proyek dengan Nilai Pekerjaan Rp 8.104.492.407,85 yang bersumber dari RKAP Tahun 2025. Berdasarkan Dokumen Pengadaan No: PK/PALM/RK/2026/0052.05 tertanggal 24 Juli 2026, pekerjaan tersebut diklasifikasikan sebagai Jasa Konstruksi 42101 Konstruksi Bangunan Sipil Jalan dengan metode Tender Terbatas dan diduga dikerjakan oleh pihak ketiga CV Hot Trama Tehnik.
Manager Kebun Kertajaya diduga tutup mata dan tutup telinga terhadap sejumlah pelanggaran serius yang terjadi di proyek tersebut.
Menanggapi hal itu, Aktivis Banjarsari Jais Anggara bersama Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) DPAC Banjarsari memastikan akan menggelar audiensi resmi dengan pihak manajemen Kebun Kertajaya.
Menurut Jais, sebagai penanggung jawab wilayah, Manager Kebun seharusnya peka terhadap pelanggaran yang terjadi di depan matanya sendiri.
Ada 4 pelanggaran serius yang disoroti:
1. Material Diduga Tidak Sesuai Spek
Hasil pekerjaan hotmix terlihat asal jadi, tidak rata, limbah aspal hanya disiram aspal bakar. Diduga ada pengurangan volume dan kualitas.
2. Diduga Gunakan BBM Subsidi
Alat berat yang digunakan untuk mengeruk material diduga menggunakan BBM subsidi hasil “kencingan”.
3. Pekerja Tidak Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan
Para pekerja harian di proyek tidak memiliki perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Jika terjadi kecelakaan kerja, siapa yang akan bertanggung jawab?
4. Tanpa Papan Proyek, Tidak Transparan
Pihak pelaksana tidak memasang papan informasi proyek. Publik tidak tahu berapa besaran anggaran, sumber anggaran, dan siapa nama perusahaan pelaksananya. Proyek siluman?
Jais Anggara menegaskan:
“Manager Kebun Kertajaya jangan tutup mata tutup telinga. Proyek ini ada di wilayah Kebun Kertajaya, masa tidak tahu ada pelanggaran? Pekerja tanpa BPJS, alat berat diduga menggunakan BBM subsidi, papan proyek tidak ada. Ini pembiaran.”
“Saya Jais Anggara, Aktivis Banjarsari, bersama Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) DPAC Banjarsari, akan menggelar audiensi terbuka dengan Manager Kebun Kertajaya. Kami minta jawaban. Jika audiensi tidak ditanggapi, kami akan gelar aksi demo dengan massa yang lebih besar dan laporkan resmi ke Disnaker Lebak dan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Banten.”
Pihaknya juga meminta manajemen pusat Perkebunan Kertajaya untuk mengevaluasi kinerja Manager Kebun yang dinilai abai terhadap penerapan K3 dan transparansi proyek. (Red)**















