Lebak, UNB.- Perihal video Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya marah-marah kepada supir mobil pikap karena membawa kendaraannya memasuki area Alun-alun Kecamatan Malingping yang viral di media sosial, mendapat sorotan tegas dari Ketua Fraksi PPP DPRD Lebak Musa Weliansyah.
Musa menyayangkan sikap Bupati Iti Octavia Jayabaya yang mengeluarkan kata-kata kasar tersebut tidak pantas apalagi dipertontonkan kepada masyarakat luas.
Penilaian Anggota DPRD dari Dapil V ini, terhadap sikap orang nomor satu di Lebak itu bukan tanpa sebab. Dia menyebut, meskipun yang dilakukan oleh supir tersebut tidak benar, tetapi nilai kerusakannya tidak sebanding dengan truk angkutan over tonase yang biasa hilir mudik melawati jalan milik Pemkab.
“Saya sangat menyayangkan sikap Bupati yang telah keliru mengucapkan kata-kata kasar kepada masyarakat, yang kesalahannya hanya membawa mobil pikap ke area alun-alun yang sedang membongkar tenda selesai acara peringatan Maulid Nabi, karena kalau dihitung kerugian itu tidak seberapa dibanding jalan yang rusak akibat dilintasi oleh tronton yang over tonase,”
Menurut Musa, jika pun ada kesalahan yang dilakukan oleh supir tersebut sebaiknya diperingati dengan gaya dan bahasa yang lebih santun dan elok. Karena kata Musa, Sunda memiliki karakter yang frendly atau ramah.
“Sebagai pemimpin saya rasa sangat tidak pantas berkata seperti itu, sampai ada bahasa pencit (sembelih-red), cabok (tampar-red) kepada masyarakat, apalagi itu di daerah pilihan saya,” ujar Musa.
Lebih lanjut, Musa menilai apa yang dilakukan Bupati Lebak tidak adil karena hanya berani memaki masyarakat kecil, “Pas Bupati sedang marah-marah itu terlihat ada tronton yang lewat, kenapa itu dibiarkan saja, padahal tronton lebih besar merusak infrastruktur jalan, tidak pernah saya melihat Bupati marah-marah jalannya milik Pemkab dirusak,” tukas Musa.
Kemudian tentang persoalan bencana banjir di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bayah, Cilograng dan Cibeber, dugaan Musa itu adalah dampak dari maraknya tambang ilegal.
“Itu Bupati kan pulang dari Bayah mantau lokasi bencana banjir, seharusnya Bupati bisa peka apa penyebabnya, karena menurut saya itu bukan hanya akibat hujan deras saja, tetapi karena banyak tambang ilegal, dari mulai tambang emas, batubara, pasir dan lainnya,” ucapnya.
Oleh karena itu, Anggota DPRD Lebak ini meminta agar Bupati Lebak meminta maaf secara terbuka khususnya kepada masyarakat Lebak, atas sikap yang dianggapnya telah keliru.
“Saya meminta Bupati Lebak meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya. (Red)














