Lebak, UNB. – Beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan keributan dan nyaris terjadi baku hantam saat pertandingan bola voli antar-SMP pada kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Lebak, Banten, di Gedung Olahraga (GOR) Ona Rangkasbitung pada Jumat (07/06/2024).
Insiden ini menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan, karena O2SN sejatinya adalah ajang untuk mengembangkan talenta siswa di bidang olahraga, yang diharapkan bisa melahirkan atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga.
Terpisah, Pegiat Sosial Kemasyarakatan, Bucek, menyayangkan atas peristiwa yang terjadi di video tersebut.
“Kita menyayangkan yah, kalau benar itu kericuhan dilakukan oleh oknum guru yang seharusnya memberikan contoh tauladan yang baik kepada murid dan masyarakat,” kata Bucek. Selasa (11/6/2024).
Bucek pun meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak dan APH menyikapi video yang viral tersebut.
“Kalau benar itu oknum guru, pihak dindik agar segera memanggil dan memberikan sanksi. Karena hal itu dapat mencoreng nama baik korps guru. Adapun pihak APH, mohon juga dilakukan penelusuran, karena ini merupakan penganiayaan atau kekerasan di muka umum yang ancaman pidananya berat, apalagi dilakukan secara bersama-sama. Apakah ada provokator, atau memang spontan, ada niat sebelumnya dan lain sebagainya. Dan yang terakhir diperiksa juga apakah ada pengaruh dari miras atau narkoba, hingga terlihat emosi yang tidak terbendung,” pungkasnya. (Red)














