Lebak, UNB.- Proyek Pembangunan Lapisan Penetrasi (Lapen) Jalan Lingkungan di Kampung Pasir Awi Desa Bojong Juruh, Kecamatan Banjarsari, yang mendapatkan dana CSR dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kerta Jaya, yang dikerjakan oleh Pihak Desa, mendapat Kecaman dari ketua Divisi investigasi LSM OMBAK Agus Rusmana, akibat pekerjaan yang asal jadi.Jumat (14/06/2024)
Pasalnya Pembangunan Lapen, Jalan Milik Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) yang menghubungkan dengan Kampung Pasir Awi, bertujuan untuk menopang sarana dan Prasarana masyarakat yang melintasi Jalan tersebut, akhirnya Perusahaan PTPN III Kebun Kerta Jaya mengeluarkan anggaran atas pengajuan proposal Desa Bojongjuruh.
Pembangunan Jalan Poros Desa, (Proposal no, 008/D.2002/XII/2022), yang Beralamat Kampung Ciseda Desa Bojong Juruh, Kecamatan Banjarsari Lebak Banten, dengan Angggaran Rp.89.910.000.
Agus Rusmana ketua Divisi investigasi LSM OMBAK menyoroti dengan adanya aduan secara lisan kepada kami dari warga desa Bojongjuruh, terkait dana CSR yang digelontorkan oleh pihak PTPN III Kerta Jaya menuai persoalan yang dimana dana CSR tersebut diduga tidak direalisasikan dengan baik faktanya dana tersebut digunakan untuk infrastruktur tetapi pisik nya tidak sesuai dengan harapan warga Desa Bojongjuruh.
Lanjut Agus pihak distrik PTPN III Kerta Jaya dalam hal ini harus bertindak tegas kepada pengelola kegiatan dana CSR di desa Bojongjuruh jangan sampai dana CSR ini hanya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tanpa membawa kepentingan warganya,” ungkapnya.
Menurut keterangan warga setempat, yang tidak mau disebutkan namanya pembangunan Lapen Jalan Kampung Pasir Awi, hanya menghabiskan Aspal 5 drum bahkan sisa satu masih utuh dibawa kembali.
“Betul pembangunan Jalan tersebut menghabiskan 5 drum aspal, makanya jalan asal asalan, batu pengerasan terlihat jelas tertutup Batu Skrining, padahal harapan kami jalan tersebut yang kami lalui bangunannya tidak asal asalan, ini akibat pembangunan lapen Jalan Kampung Pasir Awi, tidak menggunakan Papan informasi sehingga warga tidak tau anggarannya Berapa Volumenya, akhirnya pihak yang membangun Jalan ini leluasa membangun dengan asal asalan,” ujarnya.
Sebagai perusahaan Besar, PTPN III Distrik Jawa Barat Banten tentu memiliki tanggung jawab yang besar pula terhadap masyarakat. Untuk itulah PTPN III selalu berupaya memberikan anggaran untuk pembangunan jalan lingkungan pada daerah yang dilalui Perkebunan Kelapa Sawit, tetapi Pembangunan yang diduga asal asalan, sehingga warga sebagai penerima manfaat merasa pekerjaan asal jadi.
“Terlihat jelas batu pengerasan awal, yang tidak tertutup aspal hanya tertutup taburan batu scrining, sehingga jalan yang baru selesai terlihat jelas ketika dilalui kendaraan taburan skrining acak acakan batu pengerasan yang awal terlihat jelas keluar,” pungkasnya.(Red)














