Lebak, UNB.- Ceceran tanah merah di jalan raya Saketi Malingping, yang diduga berasal dari beberapa tambang di Desa Bojong Juruh, Kecamatan Banjarsari, telah menyebabkan keresahan di kalangan pengguna jalan.
Aktivitas keluar masuk kendaraan dari tambang emas dan batu belah juga galian tanah urug di wilayah tersebut telah membuat jalan menjadi licin dan membahayakan keselamatan pengendara.

Warga setempat mengeluhkan kondisi jalan yang licin akibat ceceran tanah merah, terutama saat musim hujan. “Kami berharap pengusaha tambang dapat lebih memperhatikan lingkungan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar salah satu warga. Rabu (12/11/2025).
Awak media mengkonfirmasi salah satu pengurus tambang galian emas menggunakan saluran whatsapp yang berada di lingkungan Desa Bojong juruh, yang diduga akibat tanah ceceran di jalan Provinsi akibat dari dua tambang tersebut.
“Selamat siang Pak, sebelumnya mohon maaf atas kegiatan kami yang mengganggu pengguna jalan, hal tersebut Saya akan tembuskan ke pihak perusahan untuk bisa di tindak lanjuti terima kasih konfirmasi dan informasi nya.

Awak media berusaha mempertanyakan terkait penggunaan alat berat yang digunakan dalam aktivitas tambang tersebut tetapi pihak pengelola tambang membantah adanya alat berat di lokasi tambang.
“Belum menggunakan alat berat pak,” ungkapnya.
Padahal menurut informasi dari rek rekan media yang melakukan Inspestigasi di lokasi adanya penggunaan alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas tambang galian emas tampak jelas berada di lokasi tersebut.
Ceceran tanah merah di jalan raya Saketi Malingping telah menyebabkan kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan. Warga meminta pihak terkait untuk segera mengambil tindakan dan memastikan bahwa tambang beroperasi dengan memperhatikan keselamatan lingkungan dan pengguna jalan.(Red)***














