LEBAK, UNB.- Nenek Junaeni (85) warga kampung Cidangdang RT 12 RW 04 Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, kini rumahnya hampir tidak bisa dihuni lantaran tertimpa pohon kelapa yang roboh saat angin kencang Senin (22/1/2024) yang lalu.
Saat kejadian sedang ada hujan dan angin kencang, beruntung nenek Junaeni sedang ada di dapur saat bagian depan rumahnya tertimpa pohon, tidak ada korban jiwa ataupun luka, namun kerugian diperkirakan hingga jutaan rupiah.

Mirisnya pohon kelapa tersebut adalah milik orang lain, yang sebelumnya juga sang nenek sudah berniat untuk membeli pohon tersebut, dan berniat menebangnya lantaran takut menimpa rumahnya, namun pemilik pohon tidak mau untuk di beli,
Anehnya lagi sang pemilik pohon kelapa tersebut yakni AK warga kampung Gintung tidak ada tanggung jawabnya, jangankan memberi bantuan menjenguk saja tidak ada.

Juhra salah seorang anaknya saat dihubungi media mengatakan “Saat itu memang sedang turun hujan dan angin kencang, tiba-tiba pohon kelapa roboh dan menimpa rumah orangtua saya,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, “Dulu sempat mau dibeli namun pemilik pohon tidak mau, pas kejadian kayak begini dia gak ada tanggung jawabnya sama sekali,” tambahnya.
Sudah lebih dari seminggu sang pemilik pohon tidak ada berkunjung ke rumah nenek Junaeni padahal ia adalah seorang janda yang tidak mampu, terbukti hingga saat berita diterbitkan sang nenek belum bisa memperbaiki rumahnya. (AN)














