Lebak, UNB.- Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhi Bustomi, mengkritik kurangnya bantuan serius dari Pemerintah Kabupaten Lebak kepada para korban bencana banjir dan longsor di beberapa kecamatan dan desa di Lebak Selatan.
Muhi Bustomi menyatakan bahwa bantuan yang diberikan oleh Pemkab Lebak belum memadai untuk mengatasi dampak bencana yang melanda wilayah tersebut.
“Kami sangat menyayangkan kurangnya perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemkab Lebak kepada warga yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan yang ada saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban,” ujar Muhi Bustomi.
Ia juga menekankan pentingnya penanganan yang lebih serius dan cepat dari pemerintah daerah untuk membantu para korban bencana.
“Pemkab Lebak harus segera mengambil langkah konkret dan cepat untuk membantu warga yang terdampak. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, karena kondisi di lapangan sangat memprihatinkan,” tambahnya.
Muhi Bustomi berharap agar Pemkab Lebak dapat meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif.
“Kami berharap Pemkab Lebak dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BPBD dan relawan, untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban bencana,” tutupnya.
Diketahui, beberapa hari terakhir ini, wilayah Lebak Selatan mengalami dampak curah hujan tinggi yang signifikan. Banjir dan longsor telah melanda sejumlah kecamatan, termasuk Gunungkencana, Banjarsari, Cijaku, Wanasalam, Malingping, Bayah, Panggarangan, Cirinten, Cigemblong, Sajira, Bojongmanik, dan Leuwidamar.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, sebanyak 1.345 rumah warga terendam banjir dan terdampak longsor akibat hujan deras sejak Senin (2/12/2024) sore hingga Selasa siang. (CNC)














