Lebak  

Penyaluran BLT BBM APBD II Lebak Disalurkan Melalui Bank bjb di Kantor Kecamatan Malingping, Semrawut

Lebak, UNB.- Delapan Kecamatan yang berada di Lebak Selatan mengikuti penyaluran Bantuan dari dinas Sosial Kabupaten Lebak sebesar Rp.600.000 oleh pihak BJB yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Malingping membuat antrian panjang dan banyak keluhan dari berbagai warga karena terlalu banyak antrian membuat pertanyaan banyak pihak.

Pembagian tersebut membuat kemacetan yang panjang di depan kantor kecamatan, akibat warga dari delapan kecamatan yang datang untuk mengikuti pembagian sehingga keluar dari area kecamatan sampai masuk ke lapangan alun alun.

Warga yang mengantri merasa mengeluh akibat pembagian ini dengan antrian panjang dengan jumlah tidak sedikit sehingga keluhan warga bisa lihat pada raut wajah mereka.

Padahal tercantum dalam surat undangannya di no 4. DALAM HAL PELAKSANAAN UNTUK PENCAIRAN BANTUAN AGAR TETAP MENJAGA PROTOKOL KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19.

5. BAGI KELUARGA PENERIMA MANFAAT

Bahkan seorang warga Kp Gandasetra Binuangeun kecamatan Wanasalam atas nama Aas dan dua orang warga dari kecamatan lain jatuh pingsan.

Sarda asal Kampung Cangkeuteuk Desa Wangunjaya kecamatan Cigemblong kepada awak media mengungkapkan merasa keberatan dan mengeluh dengan pembagian  seperti ini.

“Saya merasa keberatan dengan pembagian disatukan apalagi dengan delapan kecamatan sekaligus, apalagi saya dari kecamatan Cigemblong dari pedalaman jauh dengan jarak yang bisa menghabiskan waktu apalagi pas pembagian dengan antrian panjang ini tau kapan selesainya, dan saya berharap kepada pemerintah kenapa pembagian tersebut tidak di masing masing kecamatan bukan disatukan seperti ini, membuat kami mengantri tanpa tau kapan selesainya.intinya saya keberatan dengan ini,” ujar Sarda.

Penyaluran tersebut bukan hanya membuat keluhan warga yang sedang mengantri tapi banyak pula keluhan pengguna jalan yang merasa haknya dirampas karena membuat kemacetan yang panjang.

Asep Supriyatna anggota BPAN LAI dan selaku aktifis Lebak Selatan mengatakan, dirinya memantau pembagian dari Dinsos Lebak di Kecamatan Malingping dengan diikuti warga dari delapan kecamatan kurang tepat dengan satu titik.

“Menurut saya pembagian ini yang di tempatkan di kantor Kecamatan Malingping dengan satu titik diikuti dari delapan kecamatan sehingga menyusahkan warga dengan antrian tidak tanggung dan membuat antrian panjang, apalagi pengguna jalan yang melintas ketika saya tanya juga merasa mengeluh, akibat pembagian ini saya lihat ada beberapa warga yang saling injak ketika menunggu antrian tersebut, kepada pemerintah kenapa pembagian ini bukan di masing masing kecamatan sehingga bisa menimalisir adanya gesekan antar warga saat mengantri dan mengurangi kemacetan di wilayah alun alun dan kecamatan. Seharusnya kerumunan itu tidak boleh terjadi. Protokol kesehatan harus ketat dijalankan karena pandemi Covid-19 belum berakhir” ujarnya. (Red)

error: Content is protected !!