Lebak  

Polemik Dapur SPPG Darul Ibtida Hasanah: Relawan Sakit Berujung Pemecatan Sepihak

Lebak, UNB. – Polemik pengelolaan Dapur SPPG Yayasan Darul Ibtida Hasanah, Desa Cilegongilir, Kecamatan Banjarsari, kembali mencuat.

Seorang relawan bernama Siti Maisah (41), warga Kampung Babakan Angsana RT 10/RW 02 Desa Cisampih, diberhentikan secara sepihak oleh pemilik dapur.

Kisruh dapur yang diduga berada di bawah kendali salah satu anggota DPRD Kabupaten Lebak ini sebelumnya sempat disorot terkait adanya relawan fiktif. Kini, kasus pemecatan relawan akibat sakit saat bekerja menambah daftar persoalan.

Menjelang Idul Fitri, pada 13 Maret 2026, Siti Maisah jatuh sakit saat bertugas dan pingsan. Ia sempat dirawat di Puskesmas Banjarsari sebelum dirujuk ke RSUD Malingping, di mana ia didiagnosis mengalami stroke ringan. Setelah tiga hari perawatan, Siti pulih dan kembali bekerja.

Namun, baru sehari bekerja, pada 17 Maret 2026, ia dipanggil oleh pemilik dapur dan diberhentikan. Siti mengaku keputusan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.

“Tanggal 13 Maret saya pingsan, dirujuk ke RS Malingping karena divonis stroke. Setelah tiga hari pemulihan, saya kembali bekerja. Tapi baru sehari, langsung dipanggil dan diberhentikan oleh ibu Dewan Oyok,” ungkap Siti.

“Bahkan gaji sisa saya baru diberikan tadi lewat orang suruhannya Rp500 ribu dan uang arisan Rp400 ribu.”

Padahal, menurut aturan, pemberhentian relawan merupakan kewenangan SPPG, bukan mitra dapur. Dugaan adanya intervensi pihak luar pun mencuat.

Saat dikonfirmasi, pihak SPPG Yayasan Darul Ibtida Hasanah memberikan keterangan berbeda. Mereka menyangkal adanya pemecatan relawan.

“Izin, untuk pemberhentian belum ada lagi pak. Memang benar ada satu relawan yang sudah tiga kali tidak hadir dan belum mengambil haknya. Rencananya saya ingin menghubungi beliau perihal ketersediaan untuk melanjutkan menjadi relawan atau tidak,” jelas Kepala SPPG.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut terkait kewenangan pemecatan oleh pemilik dapur MBG serta isu relawan fiktif, pihak SPPG tidak memberikan keterangan tambahan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai dugaan relawan fiktif maupun pemecatan yang menimpa Siti Maisah.(Kozel)

error: Content is protected !!