Lebak, UNB.- Diduga ingin raup keuntung besar, dalam proyek pekerjaan Beton (Readymix) Aspirasi anggota Dewan di Desa Kertarahayu Kecamatan Banjarsari diduga tidak sesuai spesifikasi RAB yang dikerjakan oleh CV CIPTA KARYA SARANA, selaku Pelaksana proyek juga diduga tidak profesional. Sabtu (11/11/2023).
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pembangunan jalan beton (Readmix) Desa Kertarahayu diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, jalan itu dikerjakan dengan tidak memperhatikan kualitas serta spesifikasi konstruksi.
Akibatnya, dibeberapa bagian badan jalan terlihat retak dan pecah di mana mana seperti titik nol pekerjaan dan titik akhir retak, dan juga mengurangi volume Ketebalan.
Pembangunan Beton (Readymix) yang menggunakan anggaran (APBD) Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2023, sebesar Rp.336.052.000.00, Waktu Pelaksanaan (90) Hari Kalender, Pelaksana.CV CIPTA KARYA SARANA, yang diduga tidak sesuai dengan Spesifikasi dan terkesan asal jadi.
Pasalnya, selain pengerjaan Beton Redmix sudah banyak yang retak dimana mana, dan juga volume ketebalan ada yang di bawah 15cm sehingga dengan kondisi seperti itu, mengakibatkan badan jalan Beton diragukan Kualitasnya.
Menurut informasi dari kontraktor selaku pelaksana di Pemberitaan awal, dirinya menyebutkan keretakan jalan akibat faktor Panas, yang dimana katanya kualitas Beton memakai mutu tinggi K250, namun jika diperhatikan jalan tersebut sulit dikatakan memakai mutu tinggi sehingga dengan K250 kualitas jalan sangatlah Berkualitas, tapi kemungkinan jalan tersebut menggunakan K125 sehingga kualitas jalan menjadi pecah dan bukan faktor cuaca panas, karena pada waktu pengerjaan sudah mulai musim penghujan.
Bahkan bukan hanya keretakan di mana mana tetapi ketebalanpun juga masih dikurangi yang seharusnya menggunakan ketebalan 15cm tetapi masih ada di 10cm, 13cm dan 12cm.
Jika diamati bukan saja badan jalan itu terjadi keretakan, akan tetapi, ketebalan beton juga sepertinya tidak sesuai dengan spek. Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak, terlebih jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat dalam beraktivitas.
Awak Mediapun mengkonfirmasi Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Lebak Hamdan Soleh, ST selaku PPK dari Pekerjaan Beton (Readymik) Desa Kertarahayu, menjelaskan bahwa pengerjaan beton pada titik di Desa Kertarahayu, mutu beton memang kualitas rendah. Hal ini berbanding terbalik dengan yang dikatakan oleh pihak kontraktor pada berita sebelumnya.
“Banyak faktor yang bisa menyebabkan beton retak. Memang kualitas beton yang digunakan adalah beton mutu rendah. K125. Salah itu, kalo K250 ga mungkin retak,” terangnya.
Beberapa warga pengguna Jalan pun menuturkan terkait jalan Beton yang Baru selesai pada Retak dimana mana mulai dari pekerjaan awal sampai akhir.
“Betul pak ini sangatlah disayangkan pekerjaan baru selesai sudah pada pecah dimana mana, kami kira pertama pecah di titik nol pekerjaan tetapi sampai selesai retak putus dari ujung ke ujung,” kata warga.
“Bahkan saya juga pernah menanyakan ke pihak pekerja ko’ ini bisa retak padahal masih Basah, bilangnya faktor Panas, padahal sekarang cuaca tidak panas dan teduh apalagi yang kemaren di titik akhir beton tidak lama terguyur hujan gerimis itu juga pecah parah,” tambahnya.
Sementara, IDI SUHAEDI selaku kontraktor CV CIPTA KARYA SARANA saat dikonfirmasi Awak media terkait pekerjaan Beton Desa Kertarahayu, dimintai keterangannya terkait pekerjaan yang sudah Rampung tetapi Beton Retak di mana mana sampai titik akhir pekerjaan apa faktor Cuaca Panas atau apa faktor yang dipakai Mutu rendah K125 Bukan Mutu K250 dan Volume Ketebalan juga dikurangi tidak sesuai Speck RAB, namun tidak menjawab apa yang awak Media pertanyakan.
Awak Mediapun mengkonfirmasi Kepala Desa Kertarahayu Toha Haerudin Purba, melalui Saluran Whatsapp untuk menanyakan sejauh mana pihak desa mengawasi pekerjaan rekanan supaya pekerjaan bisa diterima dengan baik jangan sampai ada dugaan pihak Pemerintah Desa seolah tutup mata terkait Pekerjaan yang tidak sesuai Speck.
Jawab Kades, “Wa’alaikum sllm… Ntos dingatkn tapi pekerjana kekeh Bae.. Eta anu d auran split d atas plastik d carekn ku urg tapi kekeh Bae urgmh teu d denge,” ujarnya dengan singkat.
Padahal keterbalikan dari pihak Dinas PUPR Lebak dengan Pihak Kontraktor Berbeda pihak dinas mengklaim pihak kontraktor memakai mutu Rendah K125 dan bukan faktor Cuaca Panas.
Tetapi pihak Kontraktor mengaku memakai mutu tinggi dengan k250 dan faktor Cuaca Panas, tetapi hasil pekerjaan di lapangan menunjukan hasil tersebut menunjuk pada mutu rendah sehingga pecahan jalan Beton dimana mana dan juga mengurangi volume ketebalan, sehingga sangat diragukan untuk kualitas pekerjaan. (Red)














