Lebak, UNB.- Pekerjaan preservasi jalan nasional ruas Simpang–Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, khususnya di segmen satu Kampung Pagelaran, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, menimbulkan sorotan. Retakan parah pada badan jalan diduga akibat kegagalan konstruksi, terlihat dari bawah hingga ke tengah jalur.
Proyek ini merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran lebih dari Rp43,7 miliar dari APBN 2025, dilaksanakan oleh PT Tureloto Batu Indah Cabang Banten.
Selain retakan, pekerjaan TPT (Tembok Penahan Tanah) dan peninggian bahu jalan di beberapa titik belum rampung. Bahkan, terdapat dugaan pembangunan atau renovasi struktur monumen/penanda di sekitar ruas jalan dan jembatan segmen satu yang hampir menutup saluran drainase di depan rumah warga Kampung Sawah Pagelaran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Awak media mengonfirmasi hal tersebut kepada Konsultan PT Tureloto Batu Indah Cabang Banten. Terkait saluran drainase yang tertutup beton, pihak konsultan menyatakan akan membobok box culvert untuk membuka kembali aliran air.
Mengenai retakan jalan, konsultan menjelaskan akan dilakukan perbaikan dengan metode patching grouting. “Untuk yang retak kita akan melakukan perbaikan. Tidak dilakukan pembongkaran, tetapi ditutup dengan bahan khusus,” ungkapnya.Minggu (30/11/2025)
Saat ditanya soal pekerjaan TPT dan peninggian bahu jalan yang belum selesai, konsultan menyebutkan masih ada dua titik yang harus dirampungkan di segmen satu. Sementara itu, target penyelesaian proyek jalan nasional tinggal menghitung hari.














