Tren Korupsi di Dunia Pendidikan Masih Tinggi, Dugaan Penyelewengan Dana BOS Masih Terus Terjadi

Lebak, UNB.- Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan anggaran dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (DINDIKBUD) sebagai penunjang kegiatan belajar dan mengajar di sekolah serta berbagai penunjang kebutuhan sekolah.
Jumat (10/05/2024)

Pasalnya Penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) diduga masih terus terjadi di banyak satuan pendidikan secara nasional.

Dugaan ini muncul berdasarkan hasil investigasi ke salah satu Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Banjarsari, beberapa hari yang lalu, terkait Penggunaan Dana Bos  pada tahun 2023. Adapun modus yang paling banyak adalah penggelembungan penggunaan anggaran, seperti :
1. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
2. Pengembangan Perpustakaan
3. Kegiatan Pembelajaran Dan Ekstrakurikuler
4. Kegiatan Asesmen/Evaluasi Pembelajaran
5. Administrasi Kegiatan Sekolah
6. Pengembangan Profesi Guru Dan Tenaga Kependidikan
7. Langganan Daya Dan Jasa
8. Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Sekolah
9. Penyediaan Alat Multi Media Pembelajaran
10. Pembayaran Honor, untuk Tahap satu, Rp, 88.800.000, dan tahap dua Rp 60.000.000 sehingga dalam setahun sejumlah 148.800.000.Rupiah

Dari 10 item kegiatan pembiayaan tersebut, paling mencengangkan Penggunaan Anggaran Pembayaran Gaji Honor Guru.

Padahal pada sekolah tersebut ada empat Guru Honor yang bekerja mengajar, tetapi jika dihitung gaji guru Honor yang diambil dari Dana Bos, dalam Setahun Mencapai Ratusan Juta Rupiah.

Diduga oknum Kepala Sekolah telah melakukan manipulasi data Laporan Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), patut diduga kebanyakan dari laporan tersebut fiktif.

Mendapati data tersebut awak media langsung menyambangi SDN 2 TAMANSARI untuk mengkonfirmasi pihak Sekolah namun Kepala Sekolah tak ada ditempat dan hanya berbincang dengan para guru yang ada itu pun sebatas hanya tanya tanya saja.

“Saya kurang tau terkait hal itumah karena saya mah hanya sebagai guru bukan bidangnya, mungkin operator dan kepala sekolah yang lebih tau tetapi sedang tidak ada lagi rapat,” kata salah satu guru.

Diwaktu yang terpisah awak media menghubungi Kepala Sekolah via Whats App untuk dimintai keterangan yang sebenar benarnya namun lagi lagi tak mendapatkan jawaban yang diinginkan. Rabu (01/05/2024)

Sampai berita ini terbit pihak kepala sekolah belum bisa dikonfirmasi secara langsung atau pun via Whats App.(Red)

error: Content is protected !!