Lebak  

Ketua Grib Jaya Soroti Proyek SDN 1 Bojongjuruh: Baja Ringan Berkarat, Plafon Terancam Ambruk

Lebak, UNB.- Revitalisasi ruang kelas SDN 1 Bojongjuruh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, yang dikerjakan oleh CV Tatakiat Jaya Mulya dengan anggaran Rp396.319.000 dari APBD Tahun 2026, mendapat sorotan tajam dari Ketua Grib Jaya PAC Banjarsari, Tanoe Wijaya.

Sorotan muncul karena adanya keluhan dari pihak sekolah terkait material yang dinilai tidak layak. Sejumlah rangka baja ringan atas terlihat berkarat tanpa diganti dengan yang baru, sementara beberapa balok kayu digunakan sebagai penahan gantungan rangka plafon.

Kondisi ini dinilai berisiko karena kayu padat memiliki bobot lebih berat dibandingkan material ringan seperti GRC atau gypsum, sehingga justru membebani plafon dan berpotensi ambruk.

Dalam keterangannya, Tanoe menilai pembangunan dilakukan asal-asalan. “Kami mengapresiasi program dinas pendidikan, tetapi sangat disayangkan pelaksanaannya dinilai asal-asalan. Beberapa rangka baja ringan yang rusak dan berkarat seharusnya diganti sebelum ditutup genteng metal,” ungkapnya, Kamis (17/09/2026).

Ia juga menyayangkan penggunaan balok kayu sebagai penahan gantungan plafon di ruang kelas. Menurutnya, hal ini berisiko besar terhadap keselamatan siswa. Tanoe meminta Dinas Pendidikan segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi proyek tersebut.

Selain itu, ia mempertanyakan kredibilitas konsultan pengawas yang dinilai tidak serius dalam mengawasi pekerjaan. Dugaan muncul adanya kerja sama dengan pelaksana untuk mempercepat penyelesaian proyek, meski kualitasnya dipertanyakan. Jika dibiarkan, hal ini menjadi “raport merah” bagi dinas terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan keterangan lebih lanjut. (Red)

error: Content is protected !!