Lebak, UNB.- Keberhasilan pelaksanaan pembangunan irigasi program P3-TGAI merupakan tujuan utama karena merupakan bentuk wujud untuk sarana pendukung program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo Subianto. Program yang dilaksanakan Kementrian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Waduk Sungai Ciujung Cidurian Ciliman (BBWSC3) Provinsi Banten ini dengan anggaran Rp 195 juta dikerjakan oleh swakelola Kelompok P3A setempat.
“Saya dan empat pengurus kelompok P3A di Desa Cigoong Utara telah memaksimalkan pekerjaan agar menghasilkan fisik bangunan irigasi yang berkualitas”, ujar Andini Husnul SP dilokasi irigasi P3-TGAI Cigoong Utara
TPM jebolan Pakultas Pertanian Universitas Sultan Agung Tirtayasa ini di empat kelompok P3A Desa Cigoong Utara. Diantaranya,
P3A Kubang Barokah ,P3A Salasih ,P3A Ciparanje dan P3A Cisereh di pastikan fisik bangunan irigasinya sesuai RAB dan spek
“Insya allah fisik bangunan irigasi di empat kelompok P3A Desa Cigoong Utara memiliki kualitas yang sangat baik,kami bekerja maksimal untuk hasil yang berkualitas”, kata Andini Husnul SP lagi
Ketua P3A Kubang Barokah Mahjum mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah tanggungjawab kepada pemerintah dan masyarakat. Tentu kami sebagai kelompok P3A harus mengutamakan belanja matrial sesuai Rencana Anggaran Belanja ( RAB ) agar hasil fisik bangunan memiliki kualitas yang bagus sehingga kebermanfaatanya benar-benar di rasakan petani.
” Kami kelola anggaran dengan baik ,artinya belanja matrial sesuai RAB itu di utamakan,agar fisik bangunan irigasi benar-benar kuat”, kata Mahjum kepada media di lokasi kegiatan P3A Kubang Berkah
Hal senada dikatakan Ketua P3A Salasih, Anang di lokasi bangunan irigasi menjelaskan pihaknya sangat transfaran kepada masyarakat dan pihak-pihak yang melakukan pengawasan baik dari BBWSC3 maupun dari media serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) terhadap proses pelaksanaan pembuatan bangunan irigasi.
“Kita terbuka kepada semua pihak ,silahkan cek kelokasi bangunan agar dapat melihat langsung progresnya.Tentunya keterbukaan ini wujud dari kerja tak asal-asalan baik kualitas matrial maupun fisik bangunanya”, kata Anang.(Red)














