Lebak  

IP3W Tolak Muscam KNPI Wanasalam Karena Dinilai Tidak Libatkan OKP Lokal WANASALAM

Lebak, UNB.- Ketua Ikatan Pelajar Pemuda-pemudi Wanasalam (IP3W), Johan, menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Wanasalam yang digelar pada Jumat, 9 Oktober 2026 di Gedung Serba Guna Wanasalam.

Penolakan tersebut didasari tidak dilibatkannya organisasi kepemudaan (OKP) yang ada di Kecamatan Wanasalam dalam pelaksanaan musyawarah.

Menurut Johan, pelibatan seluruh OKP merupakan prinsip penting untuk menjaga semangat persatuan, keterwakilan, dan demokrasi di kalangan pemuda.

Ia menilai, Muscam yang dilaksanakan tanpa melibatkan OKP di tingkat kecamatan berpotensi menimbulkan persoalan representasi dan memperlebar jarak antar kelompok pemuda. Padahal KNPI sebagai wadah berhimpun seharusnya mampu merangkul seluruh elemen kepemudaan tanpa terkecuali.

“Kami menolak pelaksanaan Muscam KNPI Wanasalam yang tidak melibatkan organisasi kepemudaan di Kecamatan Wanasalam. Jangan sampai forum yang seharusnya menjadi ruang konsolidasi dan persatuan justru menimbulkan perpecahan di kalangan pemuda,” tegas Johan.

Johan menambahkan, musyawarah yang membawa nama organisasi kepemudaan semestinya dilaksanakan dengan mengedepankan keterbukaan, komunikasi, dan pelibatan unsur-unsur pemuda yang relevan. Dengan begitu, proses yang berlangsung dapat memperoleh kepercayaan dan dukungan yang lebih luas.

“Pemuda Wanasalam membutuhkan wadah bersama yang mampu mengakomodasi aspirasi, gagasan, dan kepentingan organisasi kepemudaan. Karena itu, setiap proses konsolidasi KNPI di tingkat kecamatan diharapkan tidak mengabaikan keberadaan organisasi-organisasi yang selama ini menjadi bagian dari dinamika kepemudaan di Wanasalam,” ujarnya.

IP3W mendorong persoalan ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait. Penyelenggara diharapkan membuka ruang komunikasi dan klarifikasi, serta mempertimbangkan mekanisme musyawarah yang lebih inklusif agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

“Bagi kami, persoalan ini bukan sekadar soal dilibatkan atau tidak dilibatkan dalam sebuah acara. Ini menyangkut prinsip kebersamaan dan bagaimana seluruh elemen pemuda diberikan ruang untuk berpartisipasi. KNPI seharusnya menjadi rumah bersama bagi pemuda, bukan justru menjadi ruang yang menimbulkan sekat di antara mereka,” tutup Johan.

IP3W berharap dinamika ini dapat diselesaikan melalui dialog terbuka dengan mengedepankan kepentingan pemuda Kecamatan Wanasalam. Persatuan pemuda harus tetap menjadi tujuan utama, sehingga KNPI benar-benar dapat menjalankan perannya sebagai wadah berhimpun dan konsolidasi kepemudaan. (Red)

error: Content is protected !!