Diduga Keras Mangkrak, LPI Soroti Bangunan Ruang IGD RSUD Palabuhan Ratu

Sukabumi, UNB.- Rohmat Hidayat Ketua Umum Laskar Pasundan Indonesia (LPI) mengatakan kepada awak media, pihaknya menyoroti serius mangkraknya pembangunan ruang instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, yang mana pembangunan pada tahap I menelan anggaran hampir 11 Miliyar lebih pada tahun 2022 yang mana diduga keras gedung tersebut mangkrak. Jumat (8/2/2024).

Lanjut Rohmat, dengan dilakukannya pembangunan pada 2022 dan sekarang sudah 2024 seolah olah gedung tersebut dibiarkan begitu saja, jangankan dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat, dilihatnya saja sudah miris bak gedung tua yang dibiarkan kosong lusuh dan kumuh.

“Dengan hal tersebut jelas bahwa anggaran negara dihambur hamburkan tidak jelas bahkan diduga keras dari segi kualitas bangunan saja dapat kita lihat bersama kurang bagusnya kualitas dari pembangunan gedung tersebut,” ungkap Rohmat.

Maka dengan hal ini LPI meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Kadinkes Kabupaten Sukabumi dan Kadis Perkim sebagai pengguna anggaran serta User pengguna hak pakai gedung yang mana jelas dugaan penghamburan anggaran yang dilakukan oleh Pemkab Sukabumi, dengan mangkraknya progres pelaksanaan pembangunan IGD Rsud Palabuhan ratu yang hanya baru sampai tahap I dengan begitu nampak terlihat akan adanya pengeluaran anggaran lebih pada sata tahap II akan dilaksanakan karena perawatan gedung saja diduga terjadi pembiaran.

“Hal ini juga menjadi dasar dugaan kerugian negara yang mana jelas seharusnya sesuai dengan progres perencanaan pembangunan meski pun dibagi beberapa tahapan pembangunan itu harus running bukan malah dibiarkan 1 tahun terbengkalai, dengan hal ini Bupati Sukabumi juga wajib bertanggung jawab maka dari LPI mendesak APH agar segera menindak lanjuti dugaan mangkraknya pembangungan Ruang IGD RSUD Palabuhan Ratu,” pungkasnya. (red)

error: Content is protected !!