Lebak  

Khidmat dan Penuh Berkah, Haol Akbar Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani dan Abuya KH Satrawi Disambut Ratusan Jemaah

Lebak, UNB.- Ratusan jemaah dari berbagai penjuru daerah memadati Masjid Jamie Al Musyabaqoh, Desa Kerta Kecamatan Banjarsari Lebak-Banten, dalam rangka memperingati Haol Akbar Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani QSA, Haul Abuya KH Satrawi bin Mama Ali Hasan, serta Milad Pondok Pesantren Salafi Nuruttaqwa Kerta. Sabtu (4/10/2025).

Acara berlangsung khidmat sejak malam hari, diawali dengan sesi Coffee Break yang diisi kajian sejarah perjuangan dan keteladanan Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani serta Abuya KH Satrawi, pendiri Ponpes Salafi Nuruttaqwa. Puncak acara Haol Akbar dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, dengan rangkaian pembacaan manaqib dan tausiah dari para tokoh agama.

KH Dede Siri Sakti, pimpinan Pondok Pesantren Nuruttaqwa, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme jemaah yang hadir.

“Alhamdulillah, acara haul Tuan Syaikh Abdul Qodir Jailani dan Buya Satrawi kembali dilaksanakan dengan penuh khidmat di Komes, Pondok Pesantren NTQ. Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun sejak masa Buya Satrawi ini menjadi momentum spiritual dan kebersamaan yang dinanti oleh masyarakat dan para santri,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diisi oleh partisipasi aktif santri putra dan putri, antara lain:
– Pembacaan manaqib Tuan Syaikh Abdul Qodir Jailani
– Dakwah Islamiyah oleh santri putra dan putri
– Penampilan pembacaan kitab Fathul Mu’in
– Kegiatan keagamaan lainnya yang memperkuat nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas

Acara puncak ditutup dengan pembacaan Manaqib Lujainul Uddin oleh Pimpinan Ponpes NTQ, KH Dede Sirri Siqthi, yang menjadi momen paling sakral dan penuh haru dalam rangkaian haul.

Tradisi ini tidak hanya mempererat silaturahmi antar generasi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian nilai-nilai keagamaan dan warisan keilmuan para ulama terdahulu.

Peringatan Haol Akbar ini menjadi momentum spiritual yang memperkuat nilai-nilai keteladanan, cinta ulama, dan semangat kebersamaan dalam bingkai tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.(Red)

error: Content is protected !!