Lebak  

Oknum Kades Rahong Diduga Serang Media Lewat Live TikTok, Demi Mencari Simpatik

Lebak, UNB.- Unggahan live TikTok dari akun Ama@jarobedi yang menampilkan Kepala Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, menuai sorotan publik. Dalam siaran tersebut, oknum kades diduga melontarkan ujaran kebencian dan menyerang status kontrol sosial yang dijalankan media, dengan nada seolah-olah wartawan meminta uang.

Serangan verbal itu disebut-sebut sengaja diarahkan untuk meraih simpati warganet, seolah kepala desa tengah membela masyarakat. Padahal, sejumlah kelompok tani justru mengeluhkan tindakan oknum kades Rahong yang disinyalir memberatkan mereka dengan dugaan pemaksaan penyediaan material batu dengan harga tinggi.

Aan, Ketua UPKK Mufakat Tani Desa Rahong, mengungkapkan kepada awak media bahwa pihaknya pernah menawarkan kompensasi agar kepala desa tidak ikut campur dalam kegiatan pertanian.

“Pernah saya tawarkan Rp50 ribu per mobil agar tidak ikut campur dalam kegiatan pertanian, tetapi kepala desa tidak mau. Dia meminta untuk mengirim material batu dengan harga tinggi, satu mobil Rp800 ribu,” ujarnya, Sabtu (16/08/2026).

Menurut Aan, tindakan kepala desa tersebut bukanlah bentuk pembelaan terhadap kelompok tani, melainkan upaya menguasai pengadaan material dengan harga yang memberatkan.

Selain itu, oknum kades Rahong juga diduga sengaja menyusun rekayasa dengan memanggil kelompok tani, membuat rekaman video, dan menarasikan adanya pemerasan oleh awak media. Padahal, sejumlah jurnalis menegaskan tidak pernah melakukan intimidasi maupun permintaan uang kepada kelompok tani sebagaimana dituduhkan.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan insan pers. Dugaan rekayasa narasi dan ujaran kebencian yang dilakukan pejabat publik dinilai dapat mencederai kebebasan pers serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap media sebagai kontrol sosial. (Red)

error: Content is protected !!