SERANG, UNB – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan pernyataan Wakil Wali Kota Serang saat berbicara di hadapan para guru mengenai cara menghadapi wartawan “Bodrex” dan oknum wartawan serta LSM.
Menanggapi hal ini, Eli Jaro, Ketua Umum DPP LSM Masyarakat Peduli Pembangunan Aktualitas (MAPPAK) Banten, memberikan pandangannya tentang keberadaan wartawan dan lembaga sosial.
“Ibarat lebah, kita harus bisa mengambil madunya tetapi tetap waspada terhadap sengatannya. Mendapatkan segelas madu membutuhkan ribuan lebah, namun jika tidak berhati-hati, akhirnya bisa tersengat juga,” ujarnya.
Dalam pesan moral yang disampaikannya pada Selasa, 10 Juni 2025, Eli Jaro menegaskan bahwa organisasi masyarakat harus tetap memiliki sikap independen dan tidak larut dalam kekuasaan.
“Kami memiliki jiwa-jiwa independen yang tanpa pamrih terus mencari data dan informasi. Seperti intelijen yang bekerja tanpa memperlihatkan identitas, bahkan terkadang harus berkamuflase untuk mendapatkan fakta,” katanya.
Lebih lanjut, Eli Jaro mengingatkan bahwa wartawan dan LSM berperan besar dalam perubahan bangsa menuju kesejahteraan.
“Karya-karya insan pers adalah bukti nyata terhadap perubahan bangsa. Kehidupan kesejahteraan yang dinikmati masyarakat saat ini tak terlepas dari peran jurnalis,” tambahnya.
Ia juga memberikan panduan bagi siapa saja yang ingin mengenali profesionalisme seorang jurnalis.
“Lihat karya beritanya. Jika ada yang kurang, koreksi tulisannya. Seorang jurnalis yang menguasai bidangnya tidak menjadikan ID card, surat tugas, atau legalitas sebagai hal utama. Yang paling penting adalah karya jurnalistiknya,” jelasnya.
Eli Jaro juga mengingatkan agar tidak meremehkan atau melabeli wartawan dan LSM dengan istilah negatif seperti “Bodrex” atau “oknum”.
“Hati-hatilah dalam bicara tentang wartawan dan LSM. Mereka sejatinya berjiwa independen dan idealis,” tegasnya.
Ia berharap bahwa teguran dalam video yang beredar ini dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekan seprofesi untuk tetap bersikap independen dan tidak larut dalam kepentingan yang ada.
“Semoga dengan teguran ini, wartawan dan LSM dapat kembali bersikap idealis dan tetap memegang independensi yang sejati,” tutupnya. (Wahyu)














