Lebak  

Kasus Dugaan Perselingkuhan dan KDRT di Lebak, Ungkap Bukti Transfer Rp 14 490 000

Gambar Ilustrasi, KDRT berawal adanya dugaan Perselingkuhan

Lebak, UNB.- Dugaan perselingkuhan disebut menjadi pemicu pecahnya rumah tangga DW dan PS, yang kemudian berujung pada peristiwa dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Berdasarkan keterangan pihak PS, kecurigaan muncul sejak September 2025. DW disebut jarang pulang. Jika pulang, waktunya tengah malam hingga menjelang subuh, dan saat fajar sudah pergi lagi.

Pemicu kecurigaan menguat setelah PS mengaku menemukan satu unit handphone milik DW yang berisi percakapan bernada asmara antara DW dengan perempuan berinisial FFR. Selain itu, ditemukan juga bukti transfer.

Menurut penghitungan pihak PS, dari September 2025 hingga Februari 2026, total transfer dari DW ke FFR tercatat sebesar Rp 14.490.000. Jumlah tersebut belum termasuk pemberian uang secara cash yang diklaim ada, menurut versi PS.

Setelah handphone tersebut diambil, DW disebut semakin jarang pulang, bahkan sebulan sekali pun tidak pulang.

PS kemudian melakukan penelusuran. Dari penelusuran tersebut, FFR diketahui bekerja di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Rangkasbitung.

Informasi lain yang didapat PS adalah keberadaan mobil Innova Reborn warna putih dengan nomor polisi yang disebut sama dengan milik DW, yang sering terlihat terparkir di garasi sebuah rumah di Perumahan Jl. Bypass Soekarno-Hatta, Kelurahan Cijoro Pasir, Kec. Rangkasbitung.

Berbekal informasi itu, PS didampingi teman sekampung mendatangi lokasi. Sebelum ke rumah yang dituju, mereka terlebih dahulu mendatangi Ketua RT setempat. Selanjutnya PS, temannya, dan Ketua RT bersama-sama mendatangi rumah tersebut.

Di lokasi tersebut terjadi keributan antara DW dan PS. Terjadi aksi dorong-mendorong dan saling pukul. Akibat kejadian itu, tangan PS diklaim mengalami memar berat akibat pukulan DW.

Sementara itu, FFR disebut bersembunyi di dalam kamar yang terkunci. Namun di dalam rumah tersebut terlihat sepatu, sandal, pakaian perempuan, dan motor yang biasa dipakai FFR.

“Itulah sekelumit kisah nyata yang bisa dipertanggungjawabkan pada peristiwa perselingkuhan dan KDRT DW terhadap PS, dan bukti-bukti kami miliki dan kami pastikan tak akan ada yang bisa membantahnya,” kata Eli Sahroni alias King Badak, paman PS sekaligus kuasa pendamping, dalam rilisnya. (Red)

error: Content is protected !!