Lebak, UNB.- Ambruknya kanopi Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP / KDKMP) Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menuai sorotan warga.
Gedung yang pembangunannya hingga kini belum rampung 100% tersebut terletak di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU), berjarak ratusan meter dari permukiman warga.
Beruntung, insiden ambruknya kanopi tidak menimbulkan korban jiwa, meski saat kejadian ada warga yang sedang berteduh dari hujan di lokasi tersebut.
“Kebetulan kemarin pas hujan saya mampir di sini, pas hujan sekitar setengah jam kanopi ambruk dengan suara kenceng banget. Pada waktu itu Alhamdulillah yang berteduh tidak di bawah kanopi. Yang berteduh kami empat orang,” ungkap Edi, salah satu warga yang berada di lokasi.
Awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Ketua KDKMP Desa Kertaraharja, Hamami, melalui sambungan WhatsApp, Senin (02/11/2026).
Hamami menyayangkan ambruknya kanopi tersebut dan mengungkapkan bahwa pengurus KDKMP sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pembangunan.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab ambruknya bangunan:
– Pengurus KDKMP tidak pernah dilibatkan dan tidak pernah mendapat informasi terkait pembangunan, mulai dari perencanaan hingga target selesai, baik dari pihak ketiga maupun pihak lainnya.
– Kualitas bahan material yang diduga mempengaruhi kekuatan bangunan.
– Pengerjaan yang terkesan asal-asalan, sehingga sangat riskan terjadi ambruk. Padahal, pembangunan KDKMP Kertaraharja ini merupakan yang pertama di Kecamatan Banjarsari.
– Tidak adanya transparansi dan koordinasi dengan pengurus.
“Akibat ketidaktransparanan dan tidak adanya koordinasi serta keterlibatan dengan pengurus, sehingga hal ini terjadi,” tegas Hamami.
Ia menduga ambruknya kanopi akibat pekerjaan yang asal-asalan oleh pihak pemborong. (Red)















