Lebak  

Evakuasi Dramatis 14 Jam di Malingping, Jenazah Pekerja Sumur Akhirnya Berhasil Dievakuasi

Lebak, UNB.- Perjuangan panjang selama 14 jam akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi Deni (38), pekerja penggali sumur warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, yang tertimbun longsor di dalam sumur dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (11/10/2026)

Proses evakuasi yang melibatkan Basarnas Banten, Damkar Lebak, dan Polsek Malingping itu berlangsung sejak pagi hingga malam hari dengan penuh risiko akibat kondisi tanah yang labil dan rawan longsor susulan.

Tim sempat mengalami kendala paling berat sekitar pukul 22.07 WIB. Dinding tebing sumur yang sudah lapuk kembali longsor saat petugas berada di dalam, ditambah adanya dugaan gas berbahaya di dasar sumur.

Tim Gabungan Basarnas Banten, Reza, yang didampingi pihak kepolisian dan Pemerintah Desa Cipeundeuy menjelaskan lamanya proses evakuasi.

“Proses evakuasi ini memakan waktu belasan jam, dari pagi hingga sekitar pukul 22.30 WIB malam ini korban baru bisa dievakuasi. Kendalanya, pertama dinding di area sumur itu sudah longsor kembali. Dan yang kedua adanya gas berbahaya yang menimbulkan gas beracun,” ungkap Reza di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, tantangan terbesar adalah struktur tanah yang sangat rapuh sehingga petugas harus sangat hati-hati membongkar material longsoran. Posisi korban yang tengkurap dan masih tertimbun reruntuhan juga menyulitkan.

“Posisi korban tengkurap dan masih tertimbun. Akhirnya kami angkat menggunakan teknik lifting,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Usai evakuasi, Tim SAR Gabungan mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat melakukan penggalian sumur. Warga diminta untuk selalu memperhatikan struktur tanah di sekitar galian dan tidak melakukan penggalian seorang diri.

Senada, Kapolsek Malingping AKP Pipih Iwan H., S.H., mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan kerja dan menggunakan peralatan yang memadai.

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Muhamad Deni (38) meninggalkan seorang istri dan tiga anak laki-laki. Di mata warga, Deni dikenal sebagai sosok tulang punggung keluarga yang ramah dan murah senyum. Sebelum menjadi penggali sumur, ia sempat bekerja sebagai sopir di salah satu toko material.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh pihak keluarga dan Pemerintah Desa Cipeundeuy kepada Tim Gabungan Basarnas Banten, Damkar, dan Polsek Malingping yang telah berjuang tanpa lelah dari pagi hingga malam hari. (Red)

error: Content is protected !!