Lebak, UNB.- Salah satu kendaraan berat jenis Fuso yang mengangkut material pasir basah melintas di Jalan Raya Saketi–Malingping, Kecamatan Banjarsari, Jumat (26/6/2026). Material pasir yang berceceran di badan jalan sontak memicu protes dari pengguna jalan.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Truk pengangkut pasir basah kerap melintas sejak siang hingga malam hari, sekitar pukul 18.30 WIB. Kondisi tersebut membuat pengendara merasa waswas karena pasir bercampur air yang jatuh dari bak truk menyebabkan jalan licin saat basah, dan menimbulkan debu berterbangan ketika kering.
Seorang pengguna jalan asal Kecamatan Banjarsari yang sempat merekam kejadian di Jembatan Babakan Pande, Desa Keusik, menuturkan, “Kendaraan berat (Fuso) memuat material pasir masih dalam keadaan basah, langsung diangkut ke jalan tanpa penutup terpal. Seharusnya menunggu kering dulu. Kondisi ini membuat jalan licin dan berdebu, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, truk tersebut berpapasan dengannya di Kampung Ciatel, Desa Cisampih, saat ia hendak pulang dari rumah temannya. Meski tidak mengetahui asal tambang pasir, ia berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa.
Masyarakat menilai ceceran pasir basah di jalan raya tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan lalu lintas. Mereka mendesak agar pemerintah dan aparat berwenang segera melakukan pengawasan serta penertiban terhadap kendaraan pengangkut material agar tidak membahayakan pengguna jalan.(Red)














