Lebak  

Proyek Jalan PKS Kertajaya 8 Miliar di Lebak Disorot, Diduga Tak Sesuai Spek dan Pekerja Tanpa BPJS

Gambar Ilustrasi

LEBAK, UNB.- Proyek pekerjaan jalan depan PKS Kertajaya Simpang Angrit, Stationing 0+000 s/d 1+363 Kebun Kertajaya, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 1 di Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, dengan nilai anggaran lebih dari Rp 8 miliar, menjadi sorotan publik.

Proyek yang saat ini memasuki tahap pengaspalan untuk dasar beton tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Di lapangan, pengangkutan dan penghamparan aspal hotmix terlihat menggunakan armada dump truck, bukan menggunakan alat aspal finisher sebagaimana yang tercantum dalam spek perjanjian antara pihak Kebun Kertajaya dengan penyedia Barang dan Jasa.

Pada Rabu (14/10/2026), di lokasi proyek yang dikerjakan pihak kontraktor, CV Hot Trama Tehnik. terpantau sejumlah aktivitas seperti penggalian saluran drainase dan penghamparan aspal.

Awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada salah satu pekerja asal Kecamatan Banjarsari. Ia mengaku dirinya bersama pekerja lain tidak didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Belum didaftarkan, kami langsung bekerja, coba tanya aja ke mandornya,” ungkapnya.

Konfirmasi kemudian dilakukan kepada Anas selaku Survey & Evaluasi lapangan. Anas membenarkan jumlah pekerja ada 17 orang dan belum didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk pekerja ada 17 orang, untuk BPJS Ketenagakerjaan itu pekerja belum didaftarkan, karena tidak masuk kontrak hanya beberapa bulan saja,” ungkap Anas selaku Survey Evaluasi.

Selain persoalan BPJS, proyek ini juga disorot terkait penggunaan alat berat yang diduga tidak tersedia tempat penampungan BBM non-subsidi seperti BBM industri yang dilengkapi Delivery Order (DO) resmi dari PT Pertamina (Persero).

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Kebun Kertajaya dan pihak kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi. (Red)

error: Content is protected !!